Showing posts with label Cerita Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Cerita Motivasi. Show all posts

Maafkan Bella Ayah

Seperti biasanya, sepulang dari sekolah, Bela mengajak beberapa temannya untuk mampir ke rumahnya. Mereka pun langsung masuk ke dalam kamar Bella tanpa menemui Ayah Bela yang sedang terbaring lemas di ranjang. Lalu, Bella memilih kaset dan memasukkannya ke dalam tape radio serta menyetelnya dengan suara yang cukup keras. Mereka sangat menikmati musik tersebut tanpa mempedulikan ayah Bella yang sedang sakit. Karena tak tahan dengan kelakuan Bella dan teman-temanya, Ganis, kakak Bella pun keluar dari kamar ayahnya dan menuju ke kamar adiknya itu. Pintu kamar yang tak terkunci itu pun langsung didorongnya dengan wajah kesal. “Bella!! Kecilin suara musiknya dong!! Ayah kan lagi sakit! Sudah pulang enggak salaman dulu sama ayah, sekarang kamu malah buat kegaduhan!”, bentak Ganis. "Dia itu bukan ayah kita, kak! Lagi pula, dia aja enggak protes, kok malah kakak sich yang protes!?”, sahut Bella melawan bentakan Ganis. 

"Kakak tahu! Dia memang bukan ayah kandung kita, tapi dia sudah lama tinggal sama kita dan berusaha untuk menjadi ayah tiri yang baik. Jadi, kamu harus menghormati dia juga dong Bel!!", kata Ganis menasehati adiknya. "Ayah kamu lagi sakit, Bel? Pantasan, tadi dia enggak ngajar matematika. Kok, kamu enggak bilang sich Bel?! Kita jenguk ayah kamu aja yuk!?", sela seorang teman Bella. "Jenguk aja sendiri!!", tolak Bella langsung mengusir teman-temannya dan mengunci rapat pintu kamarnya. "Bella!! Kamu kok gitu sich!? Jangan egois dong!!", tambah teman Bella yang lainnya. "Biarin aja! Udah sana, kalian jenguk aja tuh guru kesayangan kalian! Aku mau sendirian aja di kamar!!", bentak Bella.
Tak terdengar balasan dari balik pintu kamar Bella yang terkunci. Ganis beserta teman-teman Bella pun berjalan menuju kamar ayah tanpa mempedulikan Bella. Pukul 20.00 WIB, waktunya makan malam bersama di rumah Bella. Namun, Bella enggan keluar dari kamarnya. Sudang dipanggil berkali-kali, ia tetap saja mengurung diri di kamarnya. Ini memang sudah menjadi kejadian yang lumrah di rumah Bella. Semenjak ayah kandungnya meninggal meninggal dunia dan digantikan oleh ayah tirinya dua tahun yang lalu, sikap dan sifat Bella menjadi berubah. Ia
tak mau mengganggap ayah tirinya sebagai ayah, apalagi untuk memanggil "Ayah", terasa ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokannya. Padahal, ayah tirinya bukan monster seperti yang ada di televisi-televisi. Ayah tirinya termasuk orang yang baik dan sabar dalam menghadapi tingkah laku Bella. "Kok, enggak dimakan Yah?”, tanya Ganis yang mendapati ayahnya sedang termenung meratapi makanan yang ada di piring. "Ayah mau nunggu Bella, Nis", jawab ayah dengan suara parau. “Bella enggak akan keluar Yah! Udah, ayah makan duluan aja ya?! Nanti, kalau dia udah mulai kelaparan juga keluar sendiri”.

“Iya, ayah makan aja duluan. Biar cepat sembuh. Nanti, makanan Bella biar bunda yang antar ke kamarnya”, tambah bunda. Mereka pun melahap santapan makan malam tanpa kehadiran Bella. Seusai makan malam, bunda mengantar makanan ke kamar Bella. “Bella . . . ini bunda antarkan makan malam kamu. Kamu pasti sudah laparkan?”. Tak terdengar sedikit jawabanpun dari mulut Bella. Aku ambil makanannya enggak ya?? Malas akh!! Nanti aku ambil sendiri aja di ruang makan.

Pokoknya, kalau aku lagi marah, enggak boleh tanggung-tanggung, harus seharian. Kalau perlu sampai besok! Biar om-om itu nyadar, kalau kehadirannya di sini cuma ngerepotin keluarga aku. “Bella!?”, seru bunda. “Aku udah kenyang bun! Aku enggak mau makan!”. “Ya sudah”, sahut bunda singkat. Sekitar tengah malam, perut Bella mulai keroncongan. Bella pun mengendap-endap keluar dari kamarnya menuju ke ruang makan. Dibukanya tudung saji yang tertutup rapi, namun hanya terdapat nasi dan telur dadar. “Lauknya kok cuma telur dadar sich? Bunda enggak masak atau lauk yang lainnya udah pada habis . . .?!”, tanya Bella pada dirinya sendiri. “Kamu lapar juga, Bel!?”, kaget bunda dari belakang. “Udah enggak!! Habis, lauknya cuma telur dadar sich!!”. “Bunda tadi enggak sempat masak, Bel. Soalnya, bunda harus jagain ayah kamu. Tadi, suhu tubuhnya tinggi lagi. Lagi pula, uang bunda sudah tinggal sedikit”, ujar bunda.
 
“Dia lagi-dia lagi!! Heran ya, kok pada ngebelain dia semua sich?! Dipelet kali ya!!?? Lagian, sakit-sakitan terus sich!! Jadinya ngabisin uang bunda dech! Kalau jadi guru honorer tuh, harus rajin ngajar! Jangan tiduran mulu!!”, ejek Bella. “Bella!! Kalau ngomong tuh dipikir-pikir dulu ya!? Jangan asal nyeplos aja!!”, bentak bunda. Bella pun berlari meninggalkan bundanya
menuju kamar dan membanting pintu kamarnya dengan sekuat tenaga. Bunda sudah tidak tahu harus bagaimana lagi menasehati putri bungsunya itu. Seisi rumahpun terkejut mendengarnya. Ganis langsung keluar dari kamar dan menghampiri bunda. Bunda menangis dalam dekapan Ganis. “Udah, bunda jangan nagis lagi ya . . . ?! Bunda kan tahu sendiri bagaimana sikap Bella sekarang ini. Dia udah enggak seramah dulu lagi. Berubah drastis bun . . .”, kata Ganis. Bunda melepas dekapan itu. “Ya sudah, bunda mau mengecek kondisi ayah kamu lagi ya . . .?!”. "Iya" Kemudian, bunda dan Ganis pun kembali ke kamarnya masing-masing. “Bella marah-marah lagi ya, Bun? Pasti gara- gara ayah. Saya memang bukan ayah yang baik buat Bella. Saya sudah merepotkan kamu. Besok, saya akan mengajar lagi. Saya tidak mau kalau gaji kamu habis untuk membeli obat saya”, kata ayah dengan suara pelan. “Ayah enggak boleh bilang kayak gitu. Lebih baik ayah istirahat dulu, mengajarnya cuti saja”. “Besok saya tetap akan mengajar”, kata ayah mantap.

Tiga hari sudah, ayah tidak mengajar matematika di SMU di mana Bella bersekolah. Setelah kejadian semalam, ayah pun memaksakan diri untuk pergi mengajar, walau kondisi kesehatannya belum pulih benar, saat mengajar di kelas Bella, Bella menunjukkan paras yang tidak senang atas kehadiran ayah tirinya itu. Bella memang tak pernah memperhatikan ayahnya ketika menjelaskan pelajaran. Sepulang sekolah, Bella mencoba menyetir mobil milik temannya di jalan yang cukup sepi. Kerena belum terbiasa menyetir mobil, pandangan mata Bella kurang fokus ke depan. Tiba-tiba ada seorang bapak sedang melintas menggunakan sepeda motor butut. Bella yang menyetir sambil berbicang-bincang dengan teman-temannya itu, tiba-tiba hilang kendali dan akhirnya, PLASH..... sepeda motor itu ditabraknya. Bella dan teman-teman pun keluar dari dalam mobil.

Mulut Bella bagai gawang yang kebobolan bola. Ia terkejut, ternyata orang yang ditabraknya tak lain adalah ayah tirinya sendiri. Bella panik bukan main dan langsung melarikan diri. "Bella!! Dia ayah kamu! Kamu harus bawa dia ke rumah sakit, Bel!!”, teriak salah seorang teman Bella. “Aku takut!! Nanti kalau aku ditangkap polisi gimana?!”. “Bel, kamu harus tanggung jawab dong! Dia itu ayah kamu, Bel!! Kamu enggak akan ditangkap polisi kalau kamu bawa dia ke rumah sakit!”. “Dia bukan ayah aku!! Aku enggak mau bawa dia ke rumah sakit!”, tolak Bella. “Dia emang bukan ayah kandung kamu! Tapi dia tetap ayah yang harus kamu sayangi, Bel . . . Dia mungkin juga bukan ayah yang terbaik bagi kamu, pti dia udah berusaha untuk menjadi yang terbaik buat kamu dan keluarga kamu! Kami ngeliat ketulusan dari mata dia kok, Bel! Kalau beliau itu sayang sama kamu. Dia ayah kamu! Dan dia juga guru kita! Kalau dia enggak tertolong lagi, kita enggak bisa ngerasain enaknya belajar matematika lagi, Bel! Sadar dong Bel!!”, nasehat temannya. Mendengar nasehat temannya itu, hati Bella luluh. Di lubuk hatinya yang terdalam, di memori pikirannya yang jauh, Bella memikirkan kebaikan ayah tirinya itu. Dari kesabarannya, kebaikannya, keikhlasannya, dan ketabahannya dalam menghadapi Bella. Dengan cpat, Bella dan teman-temannya membawa ayah ke rumah sakit terdekat. Bella langsung menghubungi bunda dan kakaknya. Bunda, Bella, Ganis, dan teman-teman Bella khawatir dengan keadaan pasien itu. Dokter pun langsung menangani ayah dengan serius. Beberapa jam kemudian, dokter keluar dari ruangan untuk memberitahu keadaan ayah. Dan ayah pun sudah tersadar. Mereka semua masuk ke dalam ruangan untuk menjenguk ayah. Bella berlari dan memeluk hangat tubuh ringkih ayahnya seraya meneteskan air mata yang sempat tertahan di bola mata indahnya.

“Maafin Bella ya, Yah!? Bella enggak sengaja nabrak ayah”, jujur Bella. Bellla yang awalnya tidak mau bercerita dengan keluarganya, akhirnya menceritakan kejadian yang sebenarnya. Awalnya, bunda ingin mengusir Bella, namun ayah mencegahnya. “Bel, ayah senang . . . kamu sudah bisa panggil saya ayah. Ayah ikhlas ditabrak kamu, asalkan akhirnya kamu bisa menerima dan panggil saya dengan sebutan ayah”. Sebegitu besarnya pengharapan ayah kepadaku!? Aku emang jahat banget ya!? kata Bella dalam lubuk hatinya. “Ayah harus lekas sembuh, ya!? Biar bisa ngajar matematika lagi”. “Iya, nak . . .”. Bella seperti tak ingin lepas dari pelukan ayahnya itu,. Bunda dan Ganis pun memeluk ayah dan Bella. Tak lama berpelukan, Bella pun melepaskan diri dari dekapan keluarganya itu. “Bella janji, Bella akan panggil ayah sekarang dan sampai kapan pun juga. Aku udah lama enggak ngucapin kata ayah. Aku kangen sama sosok seorang ayah. Maafin Bella ya, Yah!?”. “Kamu enggak perlu minta maaf. Ayah sayang sama kalian. Ayah akan berusaha untuk menjadi seorang ayah yang terbaik buat keluarga ini, khususnya untuk kamu dan kakak kamu. Walau mungkin, ayah enggak akan pernah bisa untuk menggantikan ayah kandung kalian”. Bella dan Ganis menjabat erat tangan ayahnya.

“Bella sayang sama ayah. Maafin Bella, Yah!?”, ucap Bella sekali lagi. “Kami juga sayang sama pak guru!! Hehehehehe . . .”, tambah teman-teman Bella. Ayah dan bunda hanya tersenyum lega. Akhirnya, Bella tersadar juga, bahwa betapa sabarnya sang ayah untuk menantinya menyambut ayah tirinya. Sekarang dan seterusnya, Bella akan memanggil “ayah” kepada ayah tirinya dan hidup bahagia bersama keluarganya. Wala memang, ayah itu bukan ayah kandungnya.

“Sekali lagi, maafin Bella, Yah!?!”.
Just For Share :
https://www.facebook.com/KumpulanKisahSedihdanMengharukan

Jangan Menunda Nunda Waktu

Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam  keluarga yang bahagia, dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia selalu mengangap itu sesuatu yang wajar saja. Dia terus bermain, menggangu adik dan kakaknya, membuat masalah bagi orang lain adalah kesukaannya. Ketika ia menyadari kesalahannya dan mau minta maaf,dia selalu berkata, “Tidak apa-apa, besok kan bisa.” Ketika agak besar, sekolah  sangat menyenangkan baginya. Dia belajar, mendapat teman, dan sangat bahagia. Tetapi, dia anggap itu wajar-wajar aja.

Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia anggap semua  sudah sewajarnya. Suatu hari, dia berkelahi dengan teman baiknya. Walaupun dia tahu itu salah, tapi tidak pernah mengambil inisiatif untuk minta maaf dan berbaikan dengan teman baiknya. Alasannya, “Tidak apa-apa, besok kan bisa.” Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya lagi. Walaupun dia masih sering melihat temannya itu, tapi mereka tidak pernah saling tegur. Tapi itu bukanlah masalah, karena dia masih punya banyak teman baik yang lain. Dia dan teman-temannya melakukan segala sesuatu bersama-sama, main, kerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya, mereka semua teman-temannya yang paling baik.

Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia ketemu seorang  cewek yang sangat cantik dan baik. Cewek ini kemudian menjadi pacarnya. Dia begitu sibuk dengan kerjanya, karena dia ingin dipromosikan ke posisi paling tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin. Tentu, dia rindu untuk bertemu teman-temannya. Tapi dia tidak pernah lagi menghubungi mereka, bahkan lewat telepon. Dia selalu berkata, “Ah, aku capek, besok saja aku hubungin mereka.” Ini tidak terlalu mengganggu Dia karena dia punya teman-teman sekerja selalu mau diajak keluar.Jadi, waktu pun berlalu, dia lupa sama sekali untuk menelepon teman-temannya.

Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras  agar dalam membahagiakan keluarganya. Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk istrinya, atau pun mengingat hari ulang tahun istrinya dan juga hari pernikahan mereka. Itu tidak masalah baginya, karena
istrinya selalu mengerti dia, dan tidak pernah menyalahkannya.  Tentu, kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya kesempatan untuk mengatakan pada istrinya “Aku cinta kamu”, tapi dia tidak pernah melakukannya. Alasannya, “Tidak apa-apa, saya pasti besok akan mengatakannya. ” Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun anak-anaknya, tapi dia tidak tahu ini akan perpengaruh pada  anak-anaknya.

Anak-anak mulai menjauhinya, dan tidak pernah benar-benar  menghabiskan waktu mereka dengan ayahnya.  Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam  kecelakaan, istrinya ditabrak lari. Ketika kejadian itu terjadi, dia sedang ada rapat. Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang fatal, dia baru datang saat istrinya akan dijemput maut. Sebelum sempat berkata “Aku cintakamu”,  istrinya telah meninggal dunia. Laki-laki itu remuk hatinya  dan mencoba menghibur diri melalui anak-anaknya setelah kematian istrinya. Tapi, dia baru sadar bahwa anak anaknya tidak pernah mau berkomunikasi dengannya.

Segera, anak-anaknya dewasa dan membangun keluarganya  masing-masing. Tidak ada yang peduli dengan orang tua ini, yang di masa lalunya tidak pernah meluangkan waktunya untuk mereka. Saat mulai renta, Dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang menyediakan pelayanan sangat baik. Dia menggunakan uang yang semula disimpannya untuk perayaan ulang tahun pernikahan ke 50, 60, dan 70. Semula uang itu akan dipakainya untuk pergi ke Hawaii, New Zealand,dan negara-negara lain bersama istrinya, tapi kini dipakainya  untuk membayar biaya tinggal di rumah Jompo tersebut. Sejak itu sampai dia meninggal,

hanya ada orang-orang tua dan suster yang merawatnya.Dia kini merasa sangat kesepian, perasaan yang Tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Saat dia mau meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata kepadanya, “Ah, andai saja aku menyadari ini dari  dulu….” Kemudian perlahan ia menghembuskan napas terakhir, Dia meninggal dunia dengan airmata dipipinya. Apa yang saya ingin coba katakan pada anda, waktu itu nggak  pernah berhenti. Anda terus maju dan maju, sebelum benar-benar menyadari, anda ternyata telah maju terlalu jauh.

Jika kamu pernah bertengkar, segera berbaikanlah!
Jika kamu merasa ingin mendengar suara teman kamu, jangan  ragu-ragu untuk meneleponnya segera.
Terakhir, tapi ini yang paling penting, jika kamu merasa  kamu ingin bilang sama seseorang bahwa kamu sayang dan cinta dia, jangan tunggu sampai  terlambat. Jika kamu terus pikir bahwa kamu lain hari baru akan memberitahu dia, hari itu tidak pernah akan datang.
Jika kamu selalu pikir bahwa besok akan datang, maka  “besok” akan pergi begitu cepatnya hingga kamu baru sadar bahwa waktu telah meninggalkanmu.

Tolong “share” ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada kisah di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih
Thanks For Kisah Bijak.

Ibu Selalu Cerewett...

Bismillahirrohmaanirrohiim....

IBU SELALU CEREWET..!!

- Pernahkah kita ngomel waktu dia cerewet?
jawab: Pernah.

- Pernahkah kita cuekin dia?
jawab: pernah.

- Pernahkah kita mikir apa yang dia pikirkan?
jawab: gak.

# Sebenarnya apa yang dia pikirkan?
jawab: takut.
yaitu: takut ga bisa liat kita senyum, nangis, ketawa &
takut ga bisa ngajar kita lagi
karena waktu yang singkat.

Saat "IBU" menutup mata, gak ada
Lagi yang cerewet.

Saat kita nangis manggil2 dia.
Apa yang dia balas ?

Dia hanya berbaring & cuma diam.

Tapi bayangannya tetap disamping
kita & berkata:

''NAK KAMU JANGAN MENANGIS LAGI... IBU MASIH DI SINI , DI HATI KECILMU, IBU SAYANG KAMU NAK''

This Story From : Kaligrafi

Ketika Ibu mencuci Mukanya Dengan Darah Nifas Putrinya

Bismillahirrohmaanirrohiim....

Sebuah kisah nyata yang membuat miris setiap pembaca dan pendengar dimana saja berada. Seorang wanita yang mulai tumbuh dewasa, akhirnya mendaftarkan diri menjadi seorang mahasiswa di salah satu kampus kota Malang. Sebagai orangtua, tentu saja berbahagia atas apa yang capai oleh putri tercintanya. Khususnya sang Ibu, selalu memberikan yang terbaik untuk putra-putrinya.

Sang Ibu-pun memulai memberikan pesan-pesan moral kepada putrinya agar senantiasa menjaga diri. Kewajiban orangtua adalah selalu memberikan bekal materi, nasehat dan do’a. Salah satu pesan seorang Ibu kepada putri tercintanya adalah, jangan keluar malam, belajar sungguh-sungguh, jangan berpacaran. Karena yang demikian itu sama dengan menyakiti dan melukai hati kedua orangtua, serta melanggar ajaran Rosulullah SAW.Mendengar petuah sang Ibu, mahasiswi itu manggut-manggut, sebagai bukti bakti seorang anak kepada kedua orangtua. Orangtua memang memiliki hak penuh atas anak-anaknya. Wajar, jika kemudian seorang Ibu berpesan demikian kepada putrinya, serta anak-anaknya semua.

Sebuah kisah menarik terkait dengan hak orangtua atas anaknya. Di jaman Rasulullah SAW, ada seorang pemuda mengadukan ayahnya kepada Nabi SAW.Karena si ayah mengambil telah harta milik anaknya itu. Rasulullah SAW lantas memerintahkan anak lelaki itu agar supaya memanggil ayahnya. Ketika berada di hadapan Rasulullah SAW, ditanyakanlah hal itu.

Kemudian Rosulullah SAW bertanya kepadanya :“Mengapa engkau mengambil harta anakmu,” ?.
Kemudian lelaki itu menjawab dengan agak kesal:“Tanyakan saja kepadanya, ya Rasulullah!. Kemudian orangtuanya sedikit memberikan penjelasan:’’Sebab, uang itu saya nafkahkan untuk saudara-saudaranya, paman-pamannya dan bibinya,”jawab orang tua itu.
Rasulullah SAW kemudian bertanya lagi:, “Ceritakanlah apa yang ada dalam hatimu dan tidak didengar oleh telingamu.”

Maka berceritalah si ayah ini.“Aku mengasuhmu sejak bayi dan memeliharamu waktu muda. Semua hasil jerih-payahku kau minum dan kau reguk puas. Bila kau sakit di malam hari, hatiku gundah dan gelisah lantaran sakit dan deritamu. Aku tak bisa tidur dan resah, bagaikan akulah yang sakit dan bukan kau yang menderita. Lalu air mataku berlinang-linang dan meluncur deras. Hatiku takut engkau disambar maut. Padahal aku tahu, ajal pasti akan datang. Setelah engkau dewasa dan berhasil mencapai apa yang kau cita-citakan, kau balas aku dengan kekerasan, kekasaran dan kekejaman. Seolah kaulah pemberi kenikmatan dan keutamaan. Sayang, kau tak mampu penuhi hak ayahmu. Kau perlakukan aku seperti tetangga jauhmu. Engkau selalu menyalahkan dan membentakku seolah-olah kebenaran selalu menempel di dirimu, seakan-akan kesejukan bagi orang-orang yang benar sudah dipasrahkan.”

Mendengar hal ini, maka Rasulullah SAW langsung memerintahkan kepada si anak, untuk memberikan hak orang tuanya. Hadis di atas menceritakan betapa besar pengorbanan orangtua, sehingga orangtua memiliki hak mutlak atas anak-anaknya. Seandainya, semua jiwa raga sang anak dikorbankan untuk anaknya, tidak akan cukup untuk membalas kebaikan dan pengorbanan seorang ayah dan ibu terhadap anaknya.

Masih terkait dengan perilaku mahasiswi terhadap ibunya. Ketika sudah menjadi mahasiswi, dimana kehidupan dunia kampus begitu panas dengan dunia percintaan dan pacaran. Lelaki dan wanita sudah biasa bersama-sama, walaupun belum menikah. Bahkan, berdua-duaan sampai malam larut tidak menjadi masalah, walaupun mereka tahu kalau hal itu dilarang agama dan juga melukai hati kedua orangtuanya.

Ketika di ingatkan orangtuanya, atau saudara-saudaranya mahasiswi itu selalu menjawab:’’aku tidak pacaran, aku cuma teman biasa…! Padahal semua orang tahu, kalau dirinya itu berpacaran dan telah menodai agama dan petuah orangtuanya.

Setiap hari, mahasiswi ini selalu menampakkan sikap yang tidak patuh kepada Ibunya. Padahal sang Ibu pontang panting mencari duit untuk biaya kuliah dan uang saku. Ratusan juta sudah dikeluarkan untuk mengantarkan putrinya meraih cita-citanya. Orang Jawa bilang;’’kepala di jadikan kaki, kaki dijadikan kepada demia masa depan anak-anaknya’’.

Tetapi, karena dunia kampus begitu keras dan panas dengan segala persaingan cinta. Maka, nasehat orangtua seringkali ditinggalkan, bahkan tidak pernah direken sama sekali. Sebab, cinta itu telah membutakan dirinya. Bahkan semakin hari hubungan dengan lawan jenisnya semakin akrab, sehingga nyaris membahayakan sebagai seorang wanita muslimah. Tidak ada cara lain bagi orangtuanya, kecuali segera menikahkan keduanya dari pada harus menderita setiap menyaksikan putri dan lelaki itu selalu berdua kemana-mana tanpa ikatan nikah.

Akhirnya, menikahlah kedua pasangan yang sedang dimabuk asmara itu. Setelah menikah, keduanya terlihat bahagia, karena kedua merasakan bahwa pasangannya adalah pilihan tuhan. Memang benar begitu. Tetapi, keduanya tidak merasa bahwa selama ini telah menyakiti hati kedua orangtua yang selama ini mengorbankan jiwa dan raga atas kelahirannya serta menyekolahkan dengan biaya yang cukup mahal.

Setahun kemudian, sang putri hamil. Ketika melahirkan, terjadi pendarahan yang begitu hebat. Berbagai cara telah dokter dilakukan untuk menyelamatkan putrinya. Ternyata darah tetap deras mengalir. Orangtua terus menerus beristighfar kepada Allah SWT memohonkan ampun kepada Allah SWT atas kesalahan-kesalahan yang selama ini dilakukan oleh putrinya. Tetapi, darah itu tetap saja mengalir deras, seolah-olah tidak mau berhenti.

Sang Ibu yang selama ini sering dikecewakan oleh putrinya semasa menjadi mahasiswa, akhirnya melakukan cara aneh, unik, tergolong nekad. Karena cara ini tak lazim dilakukan. Betapa terkejut anak dan menantunya, darah yang mengalir di ambil dan membasuhkan ke mukanya berkali-kali. Sambil berlinang air mata, ibu itu terus membasuhkan dara nifas sang putri ke mukanya. Dengan ijin Allah SWT, tiba-tiba darah nifas itu berhenti (mampet). Orangtua mau melakuan ini demi putrinya, sementara sang putri masih belum merasakan kalau dirinya telah melukai hati sang Ibu salama menjadi mahasiswi.

Lagi-lagi, keajaiban muncul. Keikhlasan dan ketulusan seorang Ibu di dalam mengorbankan dirinya tidak ada batasan. Adakah kalimat yang lebih indah dan pantas untuk diucapkan kepada orangtua? Ketulusan Ibu dan ayah mampu menggegerkan penduduk langit. Para malaikat pun mengucapkan amin, ketika ayah ibu berdoa untuk anak-anaknya. Kemudian, adakah pengorbanan anak yang lebih besar melebihi pengorbanan ayah bunda?

Subhanallah....

Semoga kisah ini menjadi pelajaran dan i’tibar bagi kita semua. Aamiin

(Cantumkan jika ada doa khusus, agar kami para jamaah bisa mengaminkannya)

Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.

Ya ALLAH...
✔ Muliakanlah orang yang membaca tausiah ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca dan membagikan tausiah ini.

Aamiin ya Rabbal'alamin



This Story From : Kaligrafi

Bi, kalau ummi meninggal, apa abi akan mendo'akan ummi ?


Kisah Nyata : "BI, KALAU UMMI MENINGGAL, .. APA ABI AKAN MENDOAKAN UMMI ?"



Bismillahir-Rahmaanir-Rahim .... Usia istri Yaqin masih sangat muda, sekitar 19 tahun. Sedangkan usia Yaqin waktu itu sekitar 23 tahun. Tetapi mereka sudah berkomitmen untuk menikah.

Foto: Kisah Nyata : "BI, KALAU UMMI MENINGGAL, .. APA ABI AKAN MENDOAKAN UMMI ?"  Bismillahir-Rahmaanir-Rahim .... Usia istri Yaqin masih sangat muda, sekitar 19 tahun. Sedangkan usia Yaqin waktu itu sekitar 23 tahun. Tetapi mereka sudah berkomitmen untuk menikah.  Istrinya Yaqin cantik, putih, murah senyum dan tutur katanya halus. Tetapi kecantikannya tertutup sangat rapi. Dia juga hafal Al-Qur’an di usia yang relatif sangat muda , Subhanallah …  Sejak awal menikah, ketika memasuki bulan kedelapan di usia pernikahan mereka, istrinya sering muntah-muntah dan pusing silih berganti … Awalnya mereka mengira “morning sickness” karena waktu itu istrinya hamil muda.  Akan tetapi, selama hamil bahkan setelah melahirkanpun istrinya masih sering pusing dan muntah-muntah. Ternyata itu akibat dari penyakit ginjal yang dideritanya.  Satu bulan terakhir ini, ternyata penyakit yang diderita istrinya semakin parah..  Sahabat fp rahasia shalat dhuha. Yaqin bilang, kalau istrinya harus menjalani rawat inap akibat sakit yang dideritanya. Dia juga menyampaikan bahwa kondisi istrinya semakin kurus, bahkan berat badannya hanya 27 KG. Karena harus cuci darah setiap 2 hari sekali dengan biaya jutaan rupiah untuk sekali cuci darah.  Namun Yaqin tak peduli berapapun biayanya, yang terpenting istrinya bisa sembuh.  Pertengahan bulan Ramadhan, mereka masih di rumah sakit. Karena, selain penyakit ginjal, istrinya juga mengidap kolesterol. Setelah kolesterolnya diobati, Alhamdulillah sembuh. Namun, penyakit lain muncul yaitu jantung. Diobati lagi, sembuh… Ternyata ada masalah dengan paru-parunya. Diobati lagi, Alhamdulillah sembuh.  Suatu ketika , Istrinya sempat merasakan ada yang aneh dengan matanya. “Bi, ada apa dengan pandangan Ummi?? Ummi tidak dapat melihat dengan jelas.” Mereka memang saling memanggil dengan “Ummy” dan ” Abi” . sebagai panggilan mesra. “kenapa Mi?” Yaqin agak panik “Semua terlihat kabur.” Dalam waktu yang hampir bersamaan, darah tinggi juga menghampiri dirinya… Subhanallah, sungguh dia sangat sabar walau banyak penyakit dideritanya …  Selang beberapa hari, Alhamdulillah istri Yaqin sudah membaik dan diperbolehkan pulang.  Memasuki akhir Ramadhan, tiba-tiba saja istrinya merasakan sakit yang luar biasa di bagian perutnya, sangat sakiiit. Sampai-sampai dia tidak kuat lagi untuk melangkah dan hanya tergeletak di paving depan rumahnya.  “Bi, tolong antarkan Ummi ke rumah sakit ya ..” pintanya sambil memegang perutnya …  Yaqin mengeluh karena ada tugas kantor yang harus diserahkan esok harinya sesuai deadline. Akhirnya Yaqin mengalah. Tidak tega rasanya melihat penderitaan yang dialami istrinya selama ini.  Sampai di rumah sakit, ternyata dokter mengharuskan untuk rawat inap lagi. Tanpa pikir panjang Yaqin langsung mengiyakan permintaan dokter.  “Bi, Ummi ingin sekali baca Al-Qur’an, tapi penglihatan Ummi masih kabur. Ummi takut hafalan Ummi hilang.”  “Orang sakit itu berat penderitaannya Bi. Disamping menahan sakit, dia juga akan selalu digoda oleh syaitan. Syaitan akan berusaha sekuat tenaga agar orang yang sakit melupakan Allah. Makanya Ummi ingin sekali baca Al-Qur’an agar selalu ingat Allah.  Yaqin menginstal ayat-ayat Al-Qur’an ke dalam sebuah handphone. Dia terharu melihat istrinya senang dan bisa mengulang hafalannya lagi, bahkan sampai tertidur. Dan itu dilakukan setiap hari.  “Bi, tadi malam Ummi mimpi. Ummi duduk disebuah telaga, lalu ada yang memberi Ummi minum. Rasanya enaaak sekali, dan tak pernah Ummi rasakan minuman seenak itu. Sampai sekarangpun, nikmatnya minuman itu masih Ummi rasakan”  “Itu tandanya Ummi akan segera sembuh.” Yaqin menghibur dirinya sendiri, karena terus terang dia sangat takut kehilangan istri yang sangat dicintainya itu.  Yaqin mencoba menghibur istrinya. “Mi… Ummi mau tak belikan baju baru ya?? Mau tak belikan dua atau tiga?? Buat dipakai lebaran.”  “Nggak usah, Bi. Ummi nggak ikut lebaran kok” jawabnya singkat. Yaqin mengira istrinya marah karena sudah hampir lebaran kok baru nawarin baju sekarang.  “Mi, maaf. Bukannya Abi nggak mau belikan baju. Tapi Ummi tahu sendiri kan, dari kemarin-kemarin Abi sibuk merawat Ummi.”  “Ummi nggak marah kok, Bi. Cuma Ummi nggak ikut lebaran. Nggak apa-apa kok Bi.”  ”Oh iya Mi, Abi beli obat untuk Ummi dulu ya…??” Setelah cukup lama dalam antrian yang lumayan panjang, tiba-tiba dia ingin menjenguk istrinya yang terbaring sendirian. Langsung dia menuju ruangan istrinya tanpa menghiraukan obat yang sudah dibelinya.  Tapi betapa terkejutnya dia ketika kembali . Banyak perawat dan dokter yang mengelilingi istrinya.  “Ada apa dengan istriku??.” tanyanya setengah membentak. “Ini pak, infusnya tidak bisa masuk meskipun sudah saya coba berkali-kali.” jawab perawat yang mengurusnya.  Akhirnya, tidak ada cara lain selain memasukkan infus lewat salah satu kakinya. Alat bantu pernafasanpun langsung dipasang di mulutnya.  Setelah perawat-perawat itu pergi, Yaqin melihat air mata mengalir dari mata istrinya yang terbaring lemah tak berdaya, tanpa terdengar satu patah katapun dari bibirnya.  “Bi, kalau Ummi meninggal, apa Abi akan mendoakan Ummi?” “Pasti Mi… Pasti Abi mendoakan yang terbaik untuk Ummi.” Hatinya seakan berkecamuk. “Doanya yang banyak ya Bi” “Pasti Ummi” “Jaga dan rawat anak kita dengan baik.”  Tiba-tiba tubuh istrinya mulai lemah, semakin lama semakin lemah. Yaqin membisikkan sesuatu di telinganya, membimbing istrinya menyebut nama Allah.  Sahabat Fp. Rahasia Shalat Dhuha. Lalu dia lihat kaki istrinya bergerak lemah, lalu berhenti. Lalu perut istrinya bergerak, lalu berhenti. Kemudian dadanya bergerak, lalu berhenti. Lehernya bergerak, lalu berhenti. Kemudian matanya….  Dia peluk tubuh istrinya, dia mencoba untuk tetap tegar. Tapi beberapa menit kemudian air matanya tak mampu ia bendung lagi…  Setelah itu, Yaqin langsung menyerahkan semua urusan jenazah istrinya ke perawat. Karena dia sibuk mengurus administrasi dan ambulan. Waktu itu dia hanya sendiri, kedua orang tuanya pulang karena sudah beberapa hari meninggalkan cucunya di rumah. Setelah semuanya selesai, dia kembali ke kamar menemui perawat yang mengurus jenazah istrinya.  “Pak, ini jenazah baik.” kata perawat itu. Dengan penasaran dia balik bertanya. “Dari mana ibu tahu???” “Tadi kami semua bingung siapa yang memakai minyak wangi di ruangan ini?? Setelah kami cari-cari ternyata bau wangi itu berasal dari jenazah istri bapak ini.” “Subhanallah…”  Tahukah sahabatku,… Apa yang dialami oleh istri Yaqin saat itu? Tahukah sahabatku, dengan siapa ia berhadapan? Kejadian ini mengingatkan pada suatu hadits  “Sesungguhnya bila seorang yang beriman hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Wajah mereka putih bercahaya bak matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga. Selanjutnya mereka akan duduk sejauh mata memandang dari orang tersebut.  Pada saat itulah Malaikat Maut ‘alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: “Wahai jiwa yang baik, bergegas keluarlah dari ragamu menuju kepada ampunan dan keridhaan Allah”.  Segera ruh orang mukmin itu keluar dengan begitu mudah dengan mengalir bagaikan air yang mengalir dari mulut guci. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat maut menyambutnya.  Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejappun berada di tangan Malaikat Maut.  Para malaikat segera mengambil ruh orang mukmin itu dan membungkusnya dengan kain kafan dan wewangian yang telah mereka bawa dari surga.  Dari wewangian ini akan tercium semerbak bau harum, bagaikan bau minyak misik yang paling harum yang belum pernah ada di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruhnya itu naik ke langit.  Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: “Ruh siapakah ini, begitu harum.” Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terbaik yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya).” (HR Imam Ahmad, dan Ibnu Majah)  “Sungguh sangat singkat kebersamaan kami di dunia ini , akan tetapi sangat banyak bekal yang dia bawa pulang. Biarlah dia bahagia di sana” Air matapun tak terasa mengalir deras dari pipi Yaqin.  Semoga Allah menjadikan akhir hidup kita husnul khatimah dan memasukkannya dalam golongan orang-orang yang mati syahid Aamiin.  (Cantumkan jika ada doa khusus agar kami para jamaah bisa mengaminkannya)  Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.  Ya ALLAH... ✔ Muliakanlah orang yang membaca status ini ✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid ✔ Lapangkanlah hatinya ✔ Bahagiakanlah keluarganya ✔ Luaskan rezekinya seluas lautan ✔ Mudahkan segala urusannya ✔ Kabulkan cita-citanya ✔ Jauhkan dari segala Musibah ✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. ✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca dan membagikan status ini.  Aamiin ya Rabbal'alamin ___________________________________________ KENAPA ORANG ISLAM MENYEMBAH KA'BAH ? :  Baca yuk di FP ini --> Strawberry  Insya Allah bermanfaat
Istrinya Yaqin cantik, putih, murah senyum dan tutur katanya halus. Tetapi kecantikannya tertutup sangat rapi. Dia juga hafal Al-Qur’an di usia yang relatif sangat muda , Subhanallah …


Sejak awal menikah, ketika memasuki bulan kedelapan di usia pernikahan mereka, istrinya sering muntah-muntah dan pusing silih berganti … Awalnya mereka mengira “morning sickness” karena waktu itu istrinya hamil muda.

Akan tetapi, selama hamil bahkan setelah melahirkanpun istrinya masih sering pusing dan muntah-muntah. Ternyata itu akibat dari penyakit ginjal yang dideritanya.


Satu bulan terakhir ini, ternyata penyakit yang diderita istrinya semakin parah..

Sahabat fp rahasia shalat dhuha. Yaqin bilang, kalau istrinya harus menjalani rawat inap akibat sakit yang dideritanya. Dia juga menyampaikan bahwa kondisi istrinya semakin kurus, bahkan berat badannya hanya 27 KG. Karena harus cuci darah setiap 2 hari sekali dengan biaya jutaan rupiah untuk sekali cuci darah.

Namun Yaqin tak peduli berapapun biayanya, yang terpenting istrinya bisa sembuh.

Pertengahan bulan Ramadhan, mereka masih di rumah sakit. Karena, selain penyakit ginjal, istrinya juga mengidap kolesterol. Setelah kolesterolnya diobati, Alhamdulillah sembuh. Namun, penyakit lain muncul yaitu jantung. Diobati lagi, sembuh… Ternyata ada masalah dengan paru-parunya. Diobati lagi, Alhamdulillah sembuh.

Suatu ketika , Istrinya sempat merasakan ada yang aneh dengan matanya. “Bi, ada apa dengan pandangan Ummi?? Ummi tidak dapat melihat dengan jelas.” Mereka memang saling memanggil dengan “Ummy” dan ” Abi” . sebagai panggilan mesra. “kenapa Mi?” Yaqin agak panik “Semua terlihat kabur.” Dalam waktu yang hampir bersamaan, darah tinggi juga menghampiri dirinya… Subhanallah, sungguh dia sangat sabar walau banyak penyakit dideritanya …

Selang beberapa hari, Alhamdulillah istri Yaqin sudah membaik dan diperbolehkan pulang.

Memasuki akhir Ramadhan, tiba-tiba saja istrinya merasakan sakit yang luar biasa di bagian perutnya, sangat sakiiit. Sampai-sampai dia tidak kuat lagi untuk melangkah dan hanya tergeletak di paving depan rumahnya.

“Bi, tolong antarkan Ummi ke rumah sakit ya ..” pintanya sambil memegang perutnya …

Yaqin mengeluh karena ada tugas kantor yang harus diserahkan esok harinya sesuai deadline. Akhirnya Yaqin mengalah. Tidak tega rasanya melihat penderitaan yang dialami istrinya selama ini.

Sampai di rumah sakit, ternyata dokter mengharuskan untuk rawat inap lagi. Tanpa pikir panjang Yaqin langsung mengiyakan permintaan dokter.

“Bi, Ummi ingin sekali baca Al-Qur’an, tapi penglihatan Ummi masih kabur. Ummi takut hafalan Ummi hilang.”

“Orang sakit itu berat penderitaannya Bi. Disamping menahan sakit, dia juga akan selalu digoda oleh syaitan. Syaitan akan berusaha sekuat tenaga agar orang yang sakit melupakan Allah. Makanya Ummi ingin sekali baca Al-Qur’an agar selalu ingat Allah.

Yaqin menginstal ayat-ayat Al-Qur’an ke dalam sebuah handphone. Dia terharu melihat istrinya senang dan bisa mengulang hafalannya lagi, bahkan sampai tertidur. Dan itu dilakukan setiap hari.

“Bi, tadi malam Ummi mimpi. Ummi duduk disebuah telaga, lalu ada yang memberi Ummi minum. Rasanya enaaak sekali, dan tak pernah Ummi rasakan minuman seenak itu. Sampai sekarangpun, nikmatnya minuman itu masih Ummi rasakan”

“Itu tandanya Ummi akan segera sembuh.” Yaqin menghibur dirinya sendiri, karena terus terang dia sangat takut kehilangan istri yang sangat dicintainya itu.

Yaqin mencoba menghibur istrinya. “Mi… Ummi mau tak belikan baju baru ya?? Mau tak belikan dua atau tiga?? Buat dipakai lebaran.”

“Nggak usah, Bi. Ummi nggak ikut lebaran kok” jawabnya singkat. Yaqin mengira istrinya marah karena sudah hampir lebaran kok baru nawarin baju sekarang.

“Mi, maaf. Bukannya Abi nggak mau belikan baju. Tapi Ummi tahu sendiri kan, dari kemarin-kemarin Abi sibuk merawat Ummi.”

“Ummi nggak marah kok, Bi. Cuma Ummi nggak ikut lebaran. Nggak apa-apa kok Bi.”

”Oh iya Mi, Abi beli obat untuk Ummi dulu ya…??” Setelah cukup lama dalam antrian yang lumayan panjang, tiba-tiba dia ingin menjenguk istrinya yang terbaring sendirian. Langsung dia menuju ruangan istrinya tanpa menghiraukan obat yang sudah dibelinya.

Tapi betapa terkejutnya dia ketika kembali . Banyak perawat dan dokter yang mengelilingi istrinya.

“Ada apa dengan istriku??.” tanyanya setengah membentak. “Ini pak, infusnya tidak bisa masuk meskipun sudah saya coba berkali-kali.” jawab perawat yang mengurusnya.

Akhirnya, tidak ada cara lain selain memasukkan infus lewat salah satu kakinya. Alat bantu pernafasanpun langsung dipasang di mulutnya.

Setelah perawat-perawat itu pergi, Yaqin melihat air mata mengalir dari mata istrinya yang terbaring lemah tak berdaya, tanpa terdengar satu patah katapun dari bibirnya.

“Bi, kalau Ummi meninggal, apa Abi akan mendoakan Ummi?” “Pasti Mi… Pasti Abi mendoakan yang terbaik untuk Ummi.” Hatinya seakan berkecamuk. “Doanya yang banyak ya Bi” “Pasti Ummi” “Jaga dan rawat anak kita dengan baik.”

Tiba-tiba tubuh istrinya mulai lemah, semakin lama semakin lemah. Yaqin membisikkan sesuatu di telinganya, membimbing istrinya menyebut nama Allah.

Sahabat Fp. Rahasia Shalat Dhuha. Lalu dia lihat kaki istrinya bergerak lemah, lalu berhenti. Lalu perut istrinya bergerak, lalu berhenti. Kemudian dadanya bergerak, lalu berhenti. Lehernya bergerak, lalu berhenti. Kemudian matanya….

Dia peluk tubuh istrinya, dia mencoba untuk tetap tegar. Tapi beberapa menit kemudian air matanya tak mampu ia bendung lagi…

Setelah itu, Yaqin langsung menyerahkan semua urusan jenazah istrinya ke perawat. Karena dia sibuk mengurus administrasi dan ambulan. Waktu itu dia hanya sendiri, kedua orang tuanya pulang karena sudah beberapa hari meninggalkan cucunya di rumah. Setelah semuanya selesai, dia kembali ke kamar menemui perawat yang mengurus jenazah istrinya.

“Pak, ini jenazah baik.” kata perawat itu. Dengan penasaran dia balik bertanya. “Dari mana ibu tahu???” “Tadi kami semua bingung siapa yang memakai minyak wangi di ruangan ini?? Setelah kami cari-cari ternyata bau wangi itu berasal dari jenazah istri bapak ini.” “Subhanallah…”

Tahukah sahabatku,… Apa yang dialami oleh istri Yaqin saat itu? Tahukah sahabatku, dengan siapa ia berhadapan? Kejadian ini mengingatkan pada suatu hadits

“Sesungguhnya bila seorang yang beriman hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Wajah mereka putih bercahaya bak matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga. Selanjutnya mereka akan duduk sejauh mata memandang dari orang tersebut.

Pada saat itulah Malaikat Maut ‘alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: “Wahai jiwa yang baik, bergegas keluarlah dari ragamu menuju kepada ampunan dan keridhaan Allah”.

Segera ruh orang mukmin itu keluar dengan begitu mudah dengan mengalir bagaikan air yang mengalir dari mulut guci. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat maut menyambutnya.

Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejappun berada di tangan Malaikat Maut.

Para malaikat segera mengambil ruh orang mukmin itu dan membungkusnya dengan kain kafan dan wewangian yang telah mereka bawa dari surga.

Dari wewangian ini akan tercium semerbak bau harum, bagaikan bau minyak misik yang paling harum yang belum pernah ada di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruhnya itu naik ke langit.

Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: “Ruh siapakah ini, begitu harum.” Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terbaik yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya).” (HR Imam Ahmad, dan Ibnu Majah)

“Sungguh sangat singkat kebersamaan kami di dunia ini , akan tetapi sangat banyak bekal yang dia bawa pulang. Biarlah dia bahagia di sana” Air matapun tak terasa mengalir deras dari pipi Yaqin.

Semoga Allah menjadikan akhir hidup kita husnul khatimah dan memasukkannya dalam golongan orang-orang yang mati syahid Aamiin.

(Cantumkan jika ada doa khusus agar kami para jamaah bisa mengaminkannya)

Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.

Ya ALLAH...
✔ Muliakanlah orang yang membaca cerita ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang
membaca dan membagikan status ini.

Aamiin ya Rabbal'alamin
This Story From : Kaligrafi

Kisah uang Rp 1.000 dan Rp 100.000

Bismillahirrohmaanirrohiim....

Kisah uang Rp 1.000 dan Rp 100.000



Uang Rp.1000 dan Rp 100.000 sama-sama terbuat dari kertas, sama-sama dicetak dan diedarkan oleh Bank Indonesia. Pada saat bersamaan mereka keluar dan berpisah dari Bank dan beredar di masyarakat. Empat bulan kemudian mereka bertemu lagi secara tidak sengaja di dalam dompet seorang pemuda. di antara kedua uang tersebut terjadilah percakapan.






Kemudian Uang Rp.100.000 bertanya kepada yang Rp.1000, “Kenapa badan kamu begitu lusuh, kotor dan bau amis…? “

Dijawablah oleh Rp. 1000, “Karena aku begitu keluar dari Bank langsung berada di tangan orang-orang bawahan, dari tukang becak, tukang sayur, penjual ikan dan di tangan pengemis.”

Lalu Rp.1000 bertanya balik kpd Rp.100.000, “Kenapa kamu kelihatan masih baru, rapi dan tidak banyak berubah sejak keluar dari bank? “

Dijawab oleh Rp. 100.000, “Karena begitu aku keluar dari Bank, langsung disambut perempuan cantik dan beredarnya pun di restoran mahal, di mall dan juga hotel-hotel berbintang serta keberadaanku selalu dijaga dan jarang keluar dari dompet.”

Lalu Rp.1000 bertanya lagi, “Pernahkah engkau mampir di tempat ibadah?“

Dijawablah, “Belum pernah.”

Rp.1000. pun berkata lagi, “Ketahuilah bahwa walaupun keadaanku seperti ini adanya, setiap Jum’at aku selalu mampir di Masjid-masjid, dan di tangan anak-anak yatim, bahkan aku selalu bersyukur kpd Allah, Aku tidak dipandang manusia bukan karena sebuah nilai tapi karena manfaat…”

Setelah mendengar perkataan dari uang seribu itu, uang seratus ribu akhirnya menangis karena merasa besar, hebat, tinggi akan tetapi tidak begitu bermanfaat selama ini.

Subhanallah....

Semoga Allah selalu melimpahkan rezeki yang berlimpah dan halal, sehingga kita berkesempatan untuk bersedekah. Aamiin.

(Cantumkan jika ada doa khusus, agar kami para jamaah bisa mengaminkannya)

Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.

Ya ALLAH...
✔ Muliakanlah orang yang membaca tausiah ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca dan membagikan tausiah ini.

Aamiin ya Rabbal'alamin



This Story From : Kaligrafi

Kisah Cinta dari Seorang Lelaki Biasa

Cerita ketiga saya kali ini berjudul :

"Kisah Cinta dari Seorang Lelaki Biasa"

      
  Panas terik matahari sudah mulai mencapai puncaknya namun lelaki itu masih dengan giat bekerja menawarkan barang dari rumah ke rumah. Ya lelaki itu adalah seorang salesman yang bernama naufal lengkapnya naufal priyoatmojo. Lelaki paruh baya itu sudah bekerja di sebuah perusahaan ternama dijakarta satu setengah tahun lamanya. Dia adalah seorang lelaki perantauan dari desa yang telah kehilangan sanak saudara dan orang tuanya, oleh karena itu dia mencoba mengadu nasib di Jakarta. Dia adalah seorang sarjana manajemen bisnis S-1, namun karena nasibnya yang kurang mujur dia hanyalah menjadi seorang salesman. Namun dia tidak pernah berputus asa dan selalu bersyukur atas apa yang sudah dia dapatkan hari. Suatu hari dia bertemu dengan seorang wanita saat sedang makan di sebuah restoran, mereka duduk bersama karena saat itu meja sudah penuh semua dan hanya ada satu meja kosong untuk mereka berdua, mau tak mau mereka pun harus duduk bersama. Percakapan pun mulai muncul diantara keduanya,


“biasa makan disini mba ?” kata sang pria.

“ya mas saya biasa makan siang disini kalo istirahat” jawab sang wanita.

“ooh, perkenalkan nama saya naufal” sambung pria itu.

“saya vina mas, salam kenal” jawab wanita itu.

“saya panggil vina ajja boleh mba ?” Tanya sang pria.

“silahkan mas keliatan lebih santai” jawabnya.

        Selang beberapa lama bercengkrama sang wanita memutuskan untuk pergi duluan karena dia harus kembali bekerja, naufal pun mempersilahkannya. Semenjak itu mereka mulai sering bertemu dan makan siang bersama, mulai tukar no hp dan mulai berkenalan lebih jauh lagi. Vina adalah seorang anak dari direktur utama perusahaan ternama di kota bogor, dan dia dipercaya sebagai pemegang perusahaan. Dalam usianya yang cukup muda dia adalah seorang wanita karir yang sukses dan menjadi idaman para pria. Vina mempunyai paras yang cantik kulit putih bersih dan senyuman yang bisa dikatakan membuat para pria jatuh hati padanya. Entah apa yang membuat naufal menjadi salah satu pria yang menarik untuknya, semenjak pertama bertemu itu sebenarnya naufal sudah menaruh hati kepada vina. Ternyata naufal pun bukan cinta bertepuk sebelah tangan, setelah sering bertemu tumbuh benih cinta dalam hati vina. Tak lama setelah mereka dekat akhirnya mereka pun sepakat untuk menjalin hubungan yang lebih serius dari seorang teman yaitu kekasih. Hampir 2 tahun sudah mereka berpacaran dan mereka sepakat untuk menuju jenjang selanjutnya, yaitu tunangan dan kemudian melangsungkan akad nikah. Namun masalah mulai timbul disini, semua keluarga vina tidak ada yang setuju dan semua heran kepada dia. Apa yang vina lihat dari lelaki itu ? wajahnya ? kekayaannya ? tanggung jawabnya ? kasih sayangnya ? atau apanya ? semua terlihat heran saat pertama melihat naufal datang kerumah vina. tanpa basa basi naufal mencoba untuk beramah tamah dengan kedua orang tua vina.

“malam om” naufal membuka pembicaraan.

“malam” jawab ayah vina.

“perkenalkan saya naufal kekasihnya vina” kata naufal.

“iya saya sudah tau” jawab ayah vina ketus.

Tak menyerah naufal kembali bicara “saya kemari mau melamar vina om”

Dengan wajah tak ramah ayah vina hanya menjawab “Tanya sendiri saja dengan vina mau tidak”.

“tapi saya butuh restu dari om dan tante” jawab naufal dengan nada lirih.

“itu urusan saya nanti, sekarang sebaiknya kamu pulang sudah malam lanjutkan besok” dengan nada yang cukup keras dan tidak ramah sama sekali.

Naufal pun ijin pulang kepada ayah dan ibu vina “saya pulang dulu om tante”.

Ayah vina hanya menjawab dengan ketus “ya silahkan, selamat malam”.

        Keesokan harinya rutinitas kehidupan pun berjalan dengan biasa, namun ada yang berbeda dengan naufal. Dia terlihat muram karena masih cukup kecewa dan sakit hati dengan ayah dan ibu vina namun dia coba untuk tidak memperlihatkannya depan vina saat makan siang bersama. Mereka pun bertemu di restoran yang sama seperti biasa untuk makan siang. Vina memperhatikan wajah naufal yang terlihat muram dan mulai bertanya.

“kamu kenapa fal ?” tnya vina.

“a..a.. aku gpp kog vin Cuma cape ajja” jawab naufal dengan sedikit tersekat.

“beneran gpp ? wajah kamu kaya muram banged gitu ?” Tanya vina sekali lagi.

“beneran aku gpp kog Cuma cape ajja tadi panas banged” jawab naufal untuk meyakinkan vina.

“yaudah kalo gitu, aku punya kabar soal hub kita fal” jawab vina dengan lirih.

“gimana dengan orang tua kamu vin ?” jawab naufal dengan sedikit gugup.

“mereka bilang semua terserah aku, karena nantinya aku yang akan menjalani semuanya” jawab vina dengan yakin.

“terima kasih ya sayang aku janji nda akan mengecewakan kamu atas pilihan ini” jawab naufal dengan wajah girang.

        Mereka pun menyelesaikan makan siangnya dan bersiap kembali ke kantornya masing masing. Sekian lama mereka berpacaran orang tua vina tetap ketus kepada naufal dan seperti tidak menerima kehadirannya setiap datang kerumah. Dan setiap malam pun vina selalu ditanya oleh keluarganya mengapa dia memilih dia untuk menjadi suaminya, hampir setiap malam vina berdebat dengan 2 kakak lelakinya dan ayah ibunya. Vina selalu dipojokan dengan pertanyaan mereka. Jika difikir pun memang kita semua akan bertanya, mengapa wanita cantik, mapan, matang, kaya seperti vina bisa jatuh cinta kepada lelaki seperti naufal yang wajah biasa, pekerjaan tak terlalu mapan, dan asal usul yang tidak jelas, namun 1 hal yang meyakinkan vina bahwa dia yakind jika naufal mencintainya tulus bukan dasar siapa dia sekarang.

         Hari demi hari pun berlalu akhirnya hari H itu pun datang, hari dimana mereka akan melangsungkan akan nikah di sebuah masjid dengan acara yang tidak terlalu mewah karena naufal tidak menginginkannya. Akad nikah pun dilangsungkan dan akhirnya mereka resmi menikah pada hari itu. Mereka pun sepakad untuk tinggal sendiri dan membeli rumah di kawasan yang tidak terlalu elit di bogor. Kehidupan mereka pun seperti biasa tetap bekerja di pekerjaannya masing masing. Menginjak 1 tahun pernikahannya para tetangga mulai membicarakan mereka, ada yang menghujat mengejek dan bisik bisik jika mereka sedang berjalan bersama. “apa sih yang dilihat wanita itu dari sii lelaki ? penghasilan lebih besar istrinya, istrinya cantik begitu namun lelakinya tidak ada yang bisa di banggakan” kata salah seorang tetangga yang berbisik kepada tetangga lainnya. Mendengar hal itu vina hanya mengelus dada dan mencoba sabar tidak memperdulikannya. Pernah suatu waktu vina menyuruh naufal untuk berhenti bekerja saja karena vina merasa penghasilannya sudah cukup untuk menghidupi mereka. Namun naufal mencoba menolaknya dengan halus “maaf din bukan maksud kakanda untuk menolak usul baik adinda, namun kakanda lebih senang jika bekerja daripada harus berdiam diri dirumah, toh hasil jerih payah kakanda juga itung itung menambah tabungan kita nantinya”. Vina mencoba mengerti dan tersenyum mendengar jawaban dari naufal “ya sudah kalau itu kemauan kakanda, adinda menerima saja” jawab vina. Akhirnya setelah beberapa lama menikah menginjak tahun kedua vina dikaruniai kehamilan dan sementara cuti untuk bekerja. Sehingga semua pekerjaan rumah, kantor, dan yang lainnya dikerjakan oleh naufal semua, karena dia tidak ingin vina kecapean. Vina merasa senang melihat dan memiliki suami yang begitu tanggung jawab dan perhatian kepadanya. Namun berbeda dengan pendapat keluarga vina itu, mereka malah mau mengajak vina tinggal dirumahnya saja karena takut jika disana dia tidak terurus. Naufal sedikit merasa kecewa dan terpukul oleh omongan sang ayah, namun dia tetap mencoba sabar dan menjawab dengan nada sopan “saya masih bisa om mengurus vina dan lainnya disini sendiri tidak perlu merepotkan om dan tante”. Vina pun ikud berbicara “biarkan vina disini yah nemenin suami vina”. Ayah vina hanya menjawab “yasudah terserah kalian” dengan nada ketus kemudian pergi.

          Akhirnya 8 bulan lebih pun berlalu, kehamilan vina sudah mulai menginjak kelahirannya. Perutnya sudah sangat membesar dan naufal suaminya pun semakin hati hati menjaga dia tidak sedetik pun dia lewatkan bersamanya. Namun naas kejadian yang tidak diinginkan menimpa vina istrinya itu, saat dia sedang ke kamar mandi sendirian malam malam dia terjatuh dan mengalami pendarahan, naufal yang sedang tertidur pun terbangun saat menyadari vina tidak ada bersamanya dikamar. Naufal panik dan mencarinya kesana kemari, saat dia menemukan vina pingsan di kamar mandi dia shock dan langsung membawanya ke rumah sakid menggunakan mobilnya. Dengan perasaan bingung, takut, kalap, dan tidak tahu harus bagaimana memacu mobilnya semakin kencang dan bibirnya tidak berhenti bershalawat. Setibanya dirumah sakid vina langsung di bawa ke ruang UGD karena memang sudah mulai parah. Tak lupa naufal menelfon keluarga vina dan mereka sesegera mungkin datang ke rumah sakid, mereka semua sontak menyalahkan naufal semua karena tidak bisa menjaganya dengan baik. Naufal disana hanya bisa sabar tawakal dan pasrahkan semuanya ke Allah SWT, tak henti hentinya naufal bershalawat bibirnya melafalkan kalimat allah. Setelah beberapa jam menunggu dokter keluar dari ruang operasi dan berkata kepada keluarganya “disini mana suaminya ?” naufal menjawab dengan gugup “saya dok, vina bagaimana ? apa tidak apa apa ?” dokter hanya menjawab “ikud ke ruangan saya”.

“sebenarnya vina kenapa dok ? bagaimana dengan dia dan kandungannya ?” naufal bertanya dengan sangat gugup dan panic.

“sepertinya istri bapak kemungkinannya untuk hidup hanyalah 10% begitu juga dengan bayinya” jawab dokter itu.

          Sontak naufal menangis dan bingung harus menjawab dan berkata apa kepada keluarga vina. Saat itu naufal benar benar bingung harus melakukan apa, namun dia percaya Allah akan selalu berada di sisinya dan senantiasa mendengarnya. Naufal berkata kepada dokter itu “kemungkinan operasi berapa persen dok untuk bisa melahirkan ?” dokter menjawab “kemungkinannya tak lebih dari 20%, bagaimana ?” naufal dengan yakind menjawab “jika itu jaland yang terbaik tolong lakukan yang terbaik untuknya dok”. Dokter menjawab “baiklah, rumah sakit ini akan berusaha semampu mungkin untuk menolongnya”. Jam demi jam pun berlalu keluarga vina memilih untuk pulang kerumah, namun tidak dengan naufal. Dia tak henti hentinya menunggu dirumah sakid itu untuk sholat dan shalawat terus menerus meminta kesembuhan untuk istrinya tercinta. Setelah beberapa jam terlewati dokter mengabarkan bahwa bayinya dapat terselamatkan namun istrinya naas dia koma dan kemungkinan untuk kembali hidup terlalu sedikit. Perasaan naufal benar benar campur aduk bingung shock dan seperti tidak punya gairah untuk hidup karena wanita satu satunya yang sangat dia sayang sekarang sedang terbaring lemah tak berdaya dirumah sakid. Tak henti hentinya naufal bolak balik kerumah sakid untuk menemani istrinya itu, hampir setiap harinya kegiatannya hanyalah mengurus 2 buah jagoan kecilnya dan 1 perempuan anaknya itu. Tak pernah lelah dan tak pernah mengeluh atas kejadian yang dia hadapi ini, dia selalu mencoba tegar dan sabar. Setiap malam dia sempatkan untuk sholad tahajud di kamar istrinya dan tak henti berdoa terus sambil sesekali memegang tangan istrinya dan membisikan cerita sehari harinya dan melafadkan lafat Allah ditelinganya. Setengah sudah berlalu istrinya koma dirumah sakid terbujur lemah tak bergerak, keluarganya hanya bisa pasrah dan mulai tergerak hatinya melihat perjuangan naufal itu. Dia tak pernah lelah apa lagi mengeluh di depan mereka semua, dia ikhlas menjalani semua ini karena dia yakind atas kesembuhan istrinya itu. Akhirnya menginjak bulan ke 7 sebuah keajaiban terjadi, vina istrinya mulai tersadar saat naufal sedang tahajud dirumah sakid itu. Vina memanggil dengan suara yang sangat lirih “kakanda … kakanda” dengan wajah girang dengan derail air mata naufal langsung bangun dan menuju tempat tidur vina, “iiah adinda ? ada apa ? apa yang kau butuhkan” jawab naufal dengan wajah bahagia terharu. “adinda kangen sama kakanda, berapa lama adinda dsini ?” jawab vina dengan nada lirih, “7 bulan lamanya kamu berada disini din” jawab naufal dengan nada sesenggukan karena menangis bahagia. Langsung naufal memanggil dokter untuk memeriksa vina, dan hasilnya ajaib vina sudah mulai pulih dan dalam beberapa hari ato minggu dia sudah boleh pulang. Kabar gembira ini pun langsung naufal kabarkan kepada keluarga vina, mereka langsung datang dan bersujud sukur kepada Allah swt. Mereka berterima kasih kepada naufal yang senantiasa setia menjaga vina hingga pulih seperti ini. 3 minggu berlalu akhirnya vina sudah di perbolehkan pulang, namun naas dia lumpuh dan tak bisa menggerakan kakinya. Akhirnya vina kehilangan semua pekerjaannya, dan sang suami lah yang menggantikan jabatanya itu.

        Hampir 2 tahun sudah keadaan itu dialami oleh vina dan naufal, namun cinta naufal ke vina tidak pernah berkurang sedikitpun. Dengan telaten dia menjaga vina merawat vina dan mengurus semua buah hatinya, dan tak lupa setiap sore dia mengajak vina dan anak anaknya berjalan jalan keliling komplek. Dan cibiran tetangga pun mulai terdengar lagi, “beruntung sekali wanita itu memiliki laki laki semulia dia, yang tidak pernah letih mengurusnya dan menjaganya” kata salah satu tetangga, dan tetangga lainnya menjawab “kalo aku jadi lelaki itu mungkin aku akan mencari wanita lain saja yang jauh lebih normal dari dia”. Sontak hati vina seperti teriris dan ingin menangis minta pulang kerumah. Dia berkata kepada suaminya “mas kenapa kamu tidak mencari wanita lain saja yang jauh lebih bisa melayani kamu lebih dari aku ?” naufal menjawab dengan halus dan sabar “adinda kenapa berkata seperti itu ?” vina menjawab sambil menangis terisak “aku tak pantas buat kamu mas, aku ini tidak cantik, aku lumpuh, dan yang pasti aku tidak bisa membahagiakanmu” naufal menjawab lagi dengan sabar dan halus “kenapa aku harus meninggalkanmu ? aku mencintaimu bukan dasar siapa kamu sekarang, aku mencintaimu tulus jauh dari lubuk hatiku, apakah aku mencintaimu hanya karena paras dan hartamu ? tentu saja tidak” vina menjawab “tapi mas aku ini benar benar tidak pantas untuk mu aku tidak bisa apa apa sekarang ini, hanya akan menyusahkanmu saja” dengan halus naufal menjawab lagi “kenapa kamu dulu tidak meninggalkan aku ? padahal diluar sana jauh lebih banyak pria yang lebih mapan dan tampan daripada aku tentunya ?” vina hanya menjawab “karena aku cinta sama kamu mas, aku yang udah milih dan nentuin kamu jadi pendamping hidup ku” naufal menjawab “begitu juga jawaban ku din, aku tidak akan pernah meninggalkan mu karena kamu juga tidak pernah meninggalkan ku, aku masih disini untuk setia menjagamu sampai kapanpun” vina kembali menangis “terima kasih mas kamu benar benar pria yang bisa jadi pegangan hidupku, aku bener bener bangga udah milih kamu jadi suami ku” sambil mengusap air mata istrinya dan memeluknya berkata “iyah sayang sama sama” kemudian mengecup kening istrinya yang sudah mulai pucat dan keriput itu karena dimakan usia. Pernah suatu sore mereka berdua akan berjalan jalan di taman, sebelumnya naufal mendadani vina dengan cantik dengan make up, mengkilatkan kuku, dengan baju yang cantik, dan lainnya. Vina bertanya “untuk apa semua ini mas ? mau diapakan saja aku tetap seperti ini” naufal hanya menjawab dengan tulus “aku ingin adinda terlihat cantik meskipun seperti sekarang ini, buat aku di dunia ini tidak ada wanita yang lebih cantik daripada adinda” vina merasa terharu dan menangis di pelukan naufal. Ya lelaki itu lelaki yang rela menghabiskan waktunya hanya untuk seorang wanita yang bisa dikatakan kurang beruntung. Sekarang 28 tahun sudah umur pernikahan mereka yang dikarunia 2 orang jagoan kecil dan seorang gadis cantik yang sudah pada dewasa.



Ini adalah cinta dari seorang lelaki biasa yang tidak punya sesuatu apapun untuk dibanggakan, hanya sebuah kesetiaan yang dia punya untuk selalu membahagiakan istrinya. Dari sini kita dapat belajar akhir cerita yang indah tidak selalu mempunyai awal yang manis dan cerita yang berakhir sedih tidak selalu memiliki awal yang sedih. Pesan moral yang bisa kita dapat dari cerita ini adalah, jangan pernah memandang orang sebelah mata apa lagi hanya dari luarnya saja. so do not ever judge people from the outside, but also from deep in his heart.


KETIKA SEMUA HARUS BERAKHIR

 
Usai menulis postingan cerita sedih yang berjudul I love you my besr friend sekarang saya akan menuliskan postingan cerita selanjutnya , yang berjudul :


"Ketika Semua Harus Berakhir"


          Mentari pagi datang dengan sinar cahaya yang begitu indah dan itu harus membangunkan Fhira dari tempat tidurnya.,
Di lihatnya jam weker kesayangan nya, itu hadiah ultah pemberian Bundanya, kerena kebiasaan buruk Fhira yang suka bangun kesiangan. Dilihat jam menunjukan pukul 08.00 Wib.

“mana handphone gue”?
“uda jam 8 lagi, bisa-bisa telat ne masuk kampus”.
Sambil mencari dimana handphonenya.

Astagfirullah!! (Ucapnya dengan nada sedikit keras)
“Gue lupa, kan diruang tamu, tadi malam gue charger,” ucapnya

Sambil berlari ke ruang tamu dan mencari handphone nya,
Ternyata Mymi telah menghubunginya berkali-kali,
Handphone berdering dan Mymi yang menelpon,

“kemana aja si Fhir? Gue telpon dari tadi ngga ada jawaban sedikit pun!
“jangan bilang Loe kesiangan lagi yach?

“maaf My, ea ne gue kesiangan,
Sekarang loe ada dimana?

“gue lagi dijalan mau menuju rumah loe..!”
Loe siap-siap yach?
Gue tunggu, loe ngga inget apa kalau hari ini ada Dosen baru, jadi kita harus berangkat lebih awal”

“ea ea., gue ingat!
Ok, gue siap-siap dulu ea.,.



Dengan sedikit terburu-terburu Fhira lari untuk mandi.,

“tiiiiiiiinnnnnnn....
Bunyi klakson mobil Mymi, untuk menyuruh Fhira sedikit lebih cepat,
Tepat didepan gerbang rumah Fhira mobil Mymi parkir.
“lama banget ne nyonya muda dandan nya” gumam Mymi.,

Tepat disebelah Mymi duduk, ada Risti di sebelahnya.
“ngapaen aja si nyonya to, lama banget keluarnya, ngga tau apa da telat gini? Tanya Risti dengan nada Kesal kepada Mymi.
“ttiiiiiinnnnnn.,.
Bunyi klakson kedua mobil Mymi,.

.,.”ngga sabar banget si Ibu-ibu ne.,. Gumam Fhira

“ngga sarapan dulu Fhir?? “tanya Bunda Fhira.
“uda telat Bun, tu si Mymi ma Risti da nuggu Fhira.,.
“Fhira berangkat dulu ea Bun!
Sambil mencium tangan Bundanya, Fhira lari dengan tergesa-gesa menuju mobil Mymi.,

Ea Fhira yang manis tapi suka bangun telat.
“lama banget si Fhir??”
“ngapaen aja loe dikamar mandi!! Tanya Mymi
“Shoping ea Fhir?”
Sahut Risti .,
“da g usah banyak tanya!!”
Jawab Fhira sedikit kesal
Sedang Mymi dan Risti hanya tertawa kecil melihat tingkah sahabatnya.,

Mobil melaju sedikit kencang, Mymi terpaksa melajukan mobil nya dengan cepat karena meraka sudah telat,.

Tiba di halaman kampus, Mymi mencari parkir mobil,
Karena parkir waktu itu padat semua.,.
“disitu My, dekat pohon mangga dekat perpustakaan tiu” kata Fhira.

Dengan cepat Mymi melaju ke arah yang dimaksud Fhira,
Ketika Mymi hendak membelok, tiba-tiba ada seorang cowok mengendarai Motor,
Cowok ini juga ingin parkir ditempat yang sama dengan Mymi,.
“eh, kalau jalan liat-liat dikit donk? Kan gue duluan yang mau parkir di sini! Tanya Risti dengan sedikit emosi,.
“ea neh kan kita duluan! Kata Mymi dan Fhira hampir bersamaan.
“maaf ea mbak-mbak yang manis., kayaknya gue duluan deh yang dapetin parkirnya” sahut cowok itu (sambil membuka helm nya)
“ngga bisa, enak aja loe!! Sahut Risti kesal.

Sedang Mymi dan Fhira turun dari mobil.
Mymi bisik Fhira “ganteng banget Fhir cowok ini”..
“huussstt, kamu ini. Ganteng apanya?? Sahut Fhira.

Uuppzz,.
“ok gue yang ngalah kata cowok tersebut.,
(dan pergi ninggalin Mymi, Fhira dan Risti)
“dasar cowok, kalau nggak dikerasin dikit nggak mau ngalah” ketus Risti,.

Risti memang gitu orang nya kalau liat cowok,.
Dia ge sebel yang namanya cowok,.
Karena sering dibuat sakit hati.,.
Risti yang supel yang sedikit cuek juga.

Sedang Mymi belum pernah ngerasain indahnya jatuh cinta.

Dalam hati, Mymi berkata “keren banget cowok tadi, kapan yeach bisa ketemu dia lagi?”
“uda-uda jangan ngelamun, cepat diparkirkan dulu mobil loe My da telat ne?? Kata Fhira membangunkan lamunan Mymi.,
“ea., bawel amat sii!!
Dengan cepat memarkirkan mobil,

Meraka langsung menuju ruangan..
“dari mana saja kalian, jam segini baru datang?? Tanya Dosen
Selalu saja kalian telat.,. ketusnya lagi,.

“maaf pak, jawab mereka pelan.,

Ea sudah, silahkan duduk., kata dosen
“kalian semua sudah tahu bahwa ada dosen baru dikampus kita,. Nah sekarang bapak perkenalkan kepada kalian dosen kita yang baru, kata Pak Hamdan.
“Pak Riki, sialhkan masuk, kata pak Hamdan,.

Dosen baru masuk dengan senyuman ramah,.
“selamat pagi.,. perkenalkan nama saya Riki, saya Dosen Tarbiyah di kampus ini. Kata pak Riki menerangkan.,

Perkenalan usai sudah dengan Dosen baru.,
“Hanya gara-gara dosen baru kita masuk pagi.,” kesal Risti
“eh, sahabatku, pulang kuliah enaknya kemana ea???” tanya Fhira mengawali pembicaraan.
“gmana kalau kita pergi ke taman tempat kita biasa ngumpul. Sekalian nenangin pikiran ne, da lama juga kita ngga jalan ke taman, Tanya nya lagi kepada Mymi dan Risti,.
“boleh juga!! Gimana menurut loe Ris? Sahut Mymi

Risti bukan ngejawab, eh malah melamun sambil menyandarkan tangan di dagunya.

“Woyy.,.
kata Fhira keras dan itu menyadarkan Risti dari lamunannya
“apaan sii loe!! Ea gue denger, nggak mesti buat jantung orang copot gini kali Fhir. Jawabnya sedikit kesal. (ge asyik ngenang mas Raka juga) gumamnya dalam hati.
“gimana gue nggak ngagetin loe, loe nya aja yang ngelamun gitu,, manknya ngelamunin apa she?? Tanya nya penasaran
“inget Raka ea?? Ledek Mymi
“apaan sii loe, sapa juga yang mikirin dia, jawab Risti
“uda ah jangan dibahas lagi, ea ud sekarang kita langsung ke taman aja, pinta Fhira.,
“shiipp, jawab mymi

Meraka langsung menuju taman kota tempat mereka ngumpul.,
Setiba disana,
‘gue pulang duluan ea ? pinta Risti
Tanpa sengaja Risti teringat kenangan saat bersama Raka, tepat disebuah danau kecil di pinggiran taman mereka sering ngabisin waktu berdua disana,.
Raka memutuskan untuk menikah dengan pilihan kedua orang tua nya. Dan itu membuat Risti begitu benci malihat cowok, bagaimana tidak ketika dia bener-bener mencintai seorang cowok disaat itu juga dia terluka karena cowok.

Tanpa menunggu jawaban dari sahabatnya, dia pergi begitu saja,
Fhira mengejarnya dan menanyakan apa yang terjadi, kenapa dia ingin pulang begitu aja.
“loe kenapa Ris?? Tiba-tiba pengen pulang gini !! Sambil menarik tangan Risti
“gue nggak napa-napa kok, gue cuma pengen sendiri, sahutnya
“loe ada masalah Ris??
“loe nggak nganggep gue sama Mymi sahabat loe? Kalau ada masalah loe cerita ma kita,
“ngga apa-apa kok Fhir, kalian ngga usah khawatir gito ma gue, gue Cuma teringat ma Raka aja kok. Jawabnya sedih.

Raka lagi Raka lagi, kita tau kalau loe sayang sama dia, tapi loe juga harus tau kalau sekarang dia uda jadi milik orang lain Ris, jadi karena dia loe jadi berubah gini kesemua cowok? Ngak semua cowok itu jahat Ris, loe ngga ngerasa kalau Dony itu suka sama loe? Dia rela ngorbanin apapun untuk loe??
Tapi loenya aja yang jahat banget sama dia, “ sambil memegang pudak Risti untuk ngejelasin kalau dugaan dia ke semua cowok itu salah.
“udalah Fhir, jangan bahas yang lain, gue lagi pengen sendiri aja dulu, gue belum bisa berima kenyataan kalau dia sejahat ini sama gue.,.

Tapi kenapa sii Fhir, kalau setiap gue mulai bener-bener sayang sama seseorang, dia selalu ninggalin gue, dulu kak Rio yang mutusin gue tanpa alasan yang jelas sekarang gue ditinggal menikah ma Raka,
Padahl gue takut kehilangan dia, tapi kenapa harus terjadi sama gue Fhir, kenapa??
Sambil memeluk Fhira,

Air mata pun menetes membasahi pipi mungil Risti,
Mymi yang tadinya hanya berdiri dekat mobil , ikut datang mengahampiri Risti dan Fhira.
“sudahlah Ris, jangan loe sesalin takdir yang sudah digariskan Allah kepada loe, mungkin dia bukan yang terbaik untuk loe dan Allah da nunjukin jalan untuk loe, tapi jangan loe kira semua cowok itu sama. Kalau itu dugaan loe, itu salah.
kata Mymi menjelaskan, dan sambil nenangin Risti sahabatnya.

Ea sudah, kalau loe maunya pulang, kita akan pulang sekarang, lagian ne uada mendung, kata Mymi.

setelah mengantar Risti pulang, Mymi dan Fhira pamit pulang.

Di dalam kamar yang berhiaskan kenangan sewaktu mereka bersama, Risti hanya mampu membanjirinya dengan air mata.
Dia ngga mampu berbuat apa untuk mampu melupakan segala tentang Raka.
****

Ditengah kesedihannya, handphone Risti berdering,
Ada inbox masuk dari Dony,
“apa bila cinta sudah tertutup”
“aku kan tetap mencoba untuk membukanya”
“cintaku bukan seperti pelangi di senja hari”
“yang datang dikala hujan datang”
“yang indah namun akan redup juga”
“cinta ini seperti jantung”
“yang berdetak setiap saat”

M’f kan aku yang telah lancang mencintai mu,.
Namun sungguh, aku sangat mencintaimu,.
Kan ku tunggu sampai hatimu terbuka untuk ku.,
“Dony”
“apaan she?? Kesal Risti
Kayak ngga ada kerjaan lagi deh.,

Begitu cueknya Risti sama cowok, namun Dony tak mudah menyerah untuk dapat
Cinta dari Risti, dia begitu mencintai nya, dia gadis supel yang dikenalnya sewaktu OSPEK pertama masuk kuliah.
Walau saat ini cintanya tak terbalas, namun dia yakin suatu saat ini, Risti akan membuka hati untuknya.
Entah berapa ratusan puisi yang dibuat dari hati Dony untuk Risti, namun tetap aja Risti masih bersikap diam untuknya.
Diam tanpa seribu alasan,,.

Sabtu pagi, Risti datang cepat dari biasanya, tiba di ruangan dia melihat sebuah kado yang dibungkus kertas berwarna biru dan diatasnya terdapat kertas..
“jika waktu adalah segalanya, ijinkan aku untuk selalu bersamanya”
“jika rindu adalah segalanya, ijinkan aku tak akan berpisah darinya”
“jika cinta adalah segalanya, tak akan pernah aku melepaskannya”
“ D A N”
“jika angin adalah segalanya, ijinkan aku untuk menyampaikan”
“bahwa aku sangat mencintainya”
“aku nggak akan lelah untuk bisa membuka hatimu untuk ku”
“tak pernah sedikitpun niat untuk ku mencoba melupakanmu”
“aku mohon, beri aku kesempatan untuk menghiasi hatimu yang penuh luka dan kebencian”
“hanya kamu dan Cuma kamu”

Risti hanya mampu terpaku melihat semua ini, semua yang telah dilakukan Dony untuknya, untuknya dan untuk membuka hatinya.
“apa yang telah gue lakuin, gue begitu jahat,.”
“gue nggak mentingin hati dan perasaan orang lain yang hanya buat gue” gumamnya di dalam hati kecilnya,..

Tiba-tiba handphone berdering,
Inbox masuk dari Dony,.
“aku tau kalau loe uda baca pesan yang gue kirim buat loe di atas meja loe,
“temui aku ditaman belakang kampus, aku menunggumu Ris, kalau kamu mau terima aku, buka isi kado biru itu dan pakailah apa yang ada didalamnya, tapi kalau hatimu bener-bener tertutup untukku, jangan dibuka kado itu dan kembalikan kepadaku,.”
“aku tunggu,.,,!!

Membaca sms Dony, membuat hati Risti berdegup begitu kencang, dia ngga tau apa yang harus dia lakukan, disatu sisi dia benci cowok, tapi disatu sisi lagi, ada orang yang begitu mencintainya,.
Diam, dan bertanya dengan hatinya, “apa yang harus gue lakuin?
Akhirnya Risti memutuskan untuk datang menemui Dony ditaman belakang tanpa harus membuka kado tersebut.,.
“akhirnya loe datang untuk ku Ris” kata Dony
(tapi Dony melihat kado itu tak terbuka sedikitpun di tangan kanan Risti, apa ini jawaban untuk ku??) gumam Dony dalam hati.
Dia nggak membayangkan bagaimana jadinya kalau dia tanpa Risti,.

“ea, gue datang untuk loe Don.,” sahutnya
Tapi,.,.. kata Risti lagi
“sssttttt, loe nggak perlu jelasin semuanya Ris, gue tau jawabannya.,
“kalau loe jelasin itu hanya membuat luka dihatiku,.
“gue akan pergi, tapi loe harus tau kalau gue sangat mencintaimu”
“gue akan pergi ninggalin loe tanpa harus membuang sayang ini buat loe” kata Dony

Dan melangkah pergi meninggalkan Risti berdiam diri di tengah taman.
Hanya 10 langkah Dony berjalan,
“gue dateng untuk loe Don”
“gue baru tersadar dari lamunan tentang kebencian gue terhadap semua cowok”
“gue berfikir, semua cowok hanya bisa membuat luka dihati gue, tapi ternyata fikiran gue salah”
“gue kira gue hanya sendiri didunia ini”
“loe harus tau Don, gue mau loe menghiasi hari gue, dan gue mau kalau loe yang menjadi pengobat di hati yang tergores luka” ketus Risti

Dan Dony hanya berdiam, dia nggak menyangka ini kan terjadi.,
Tanpa berfikir panjang lagi dia berlari kembali menemui Risti.
“apa yang gue denger ini bukan suatu alasan yang terpaksa untuk loe ucapkan kan Ris?? Tanya nya dengan rasa tak percaya.,
“ini yang loe mau dan yang loe inginkan kan Don??
“ketulusan hatimu telah meruntuhkan jurang kebencianku”
“dan kini gue tersadar, aku ingin loe yang menjadi cahaya yang terang dan tak akan pernah redup walau waktu berakhir, dan menjadi kan hatiku indah yang tak akan pernah berubah walau apapun yang terjadi di antara kita” kata Risti meyakinkan Dony kalau ini adalah cinta.
“aku ingin Ris, aku ingin menjadi cahaya itu, cahaya yang selalu membuat hatimu tenang dan selalu menyinari mu” jawab Dony senang.

Tanpa mereka duga, hujan turun mewarnai kisah pertama mereka, tapi mereka tak mengiraukan hujan, mereka senang kalau hujan yang menyaksikan cinta mereka berdua.
“ttiiiiinnnnn....
“tttiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnn..

Bunyi klakson mobil Mymi yang berada nggak jauh dari Risti dan Dony, ada Fhira juga di sebelah Mymi.,
“ciyeee ciyeee yang baru jadian,.,
“ampe nggak terasa hujan turun, ledek Mymi
“apaan sii loe My, nggangu suasana aja loe., (masih saling menatap Dony yang berada di depannya)
“sekarang sahabat gue sudah jadi Risti yang gue kenal dulu” ledek Fhira
“kenapa sii kalian, gue kan masih tetep kayak gini, da cabut sono” kata Risti.
“ok ok,. Gue pun nggak mau ngerusak suana kalian” jawab Mymi, dan menghidupkan mobilnya.
“sekarang apa yang igin loe lakuin Ris?? Tanya Dony
“gue nggak ingin apa-apa don, gue mau pulang, loe nggak nyadar apa kalau ne hujan” jawab Risti
“hmmmm, sahut Dony sambil tersenyum kecil
“kalau loe barsama gue, badai pun nggak akan terasa kalau menimpa gue” gombal Dony
“loe ini ada-ada aja” kata Risti malu,

mereka pulang, kali ini Dony yang nganterin Risti pulang,
sampai dirumah, Risti langsung menuju kamarnya, dan mengganti pakaian yang basah karena hujan.,
dia terduduk disudut tempat tidur dan memegang foto Raka,
“gue da dapetein pengganti loe, maaf Ka, karena gue nggak bisa tepati janji gue ke loe, yang selalu mencintai loe ampe kapan pun karena keadaan kita sudah berbeda,.” Ucapnya.,

Tak berapa lama, handphone Risti berdering, inbox masuk dari Dony.
“gue da sampai ne dirumah Ris,. Aku ingin semua ini menjadi kisah yang terindah untuk kita”

Risti hanya mampu diam, tanpa membalas inbox Dony.,
****

Mereka lalui hari dengan indah, kini Risti berangkat kampus selalu di jemput Dony,
Dony selalu perhatian ke Risti, selalu beri kejutan buat Risti.
Betapa bahagianya Risti mendapatkan pengganti Raka seperti Dony.

Hari berganti hari, namun kisah cinta mereka selalu indah,.
Sampai sewaktu minggu pagi tiba,

Dony nelpon Risti.
“Ris, jalan ke taman yuk??” pinta Dony
“jam berapa Don,”tanya Risti
“kira-kira jam 8 malam ea??
“ok Don, gue tunggu yeach!!! Jawab nya dan menutup telepon nya,

Sampai waktu yang ditunngu tiba.,
Pukul 8 tepat Dony sudah berada didepan rumah Risti, setelah berpamitan mereka akhirnya menuju tempat yang dimaksud.,
Tapi, sebelum turun dari motor,Dony menutup ,mata Risti.,
“ini apaan sii Don, pake acara tutup mata??” tanya nya penasaran
“sudah tenang aja Ris, ada kejutan sedikit untuk mu” kata Dony menjelaskan

Sambil berjalan perlahan dan sambil menuntun Risti yang tertutup matanya,
“akhirnya kita sampai juga Ris! Kata Dony
“boleh di buka nggak ne matanya” pinta Risti
“boleh Ris” kata Dony perlahan

Saat membuka mata,
Betapa terkejutnya Risti melihat kejutan apa yang diberikan Dony untuknya.,
Terdapat lilin indah yang menyala terang yang bertuliskan “I LOVE TOU”
betapa bahagianya Risti melihatnya.,.
“ya ampun Don, indah banget”
“loe buat sendiri untuk gue” tanya Risti sedikit nggak percaya
“iya Ris, ne gue sendiri yang buat dan ini semua Cuma buat loe” jawabnya meyakinkan Risti
“aku ingin seperti lilin yang rela meleleh hanya untuk menerangi loe, tapi cinta gue ke loe nggak seperti lilin yang bisa meleleh”
“loe ini bisa aja”
“tapi beneran Don, ini indah banget bagi gue”
“apa loe nggak tau kalau hari ini adalah hari jadian kita yang sebulan” tanya Dony
“yeach ampun, kita uda satu bulan ea Don” jawab Risti, jadi ini untuk kita yang ke 1 bulan??
“ea Ris, ne untuk kita !! jawab Dony lagi,

Tiba-tiba Dony ngeluarin sesuatu yang ada di saku bajunya.,
“Ris, gue ingin ngasih sesuatu buat loe”
“apa itu Don” tanya Risti penasaran
“aku ingin loe makai ini setiap saat, dimana loe berada, dan apapun alasan loe, loe nggak boleh lepasin”pinta Dony

Dan Dony ngeluarin cincin itu dari kotak cincin.
“aku ingin suatu saat nanti entah itu kapan, aku akan memasangkan cincin ini didepan kedua orang tua loe dan didepan semua orang., dan gue ingin berteriak kalau gue sayang loe, kalau gue butuh loe dan gue ingin hanya loe yang terakhir buat gue” kata Dony
“gue juga Don, dan gue juga ingin kalau loe yang terakhir” sahut Risti

Mereka menghabiskan malam dengan duduk di tengah lilin yang masih menyala dengan indahnya di gelapnya malam.
“Ris.,! Dony memanggil Risti pelan
“ea Don, ada apa?? Jawabnya
“aku ingin malam ini panjang Ris, aku masih disini bersama mu, aku nggak ingin pagi datang dan menggantikan malam yang begitu indah buat aku., aku janji Ris, aku akan selalu jagain loe, aku akan selalu ada disamping loe, aku selalu dan untuk loe selamanya.,
“janji?? Kaya risti sambil mengangkat kelingking kanan nya ke arah Dony

Janji” dan Dony mengikatkan kelingkingnya.,
“Makasih ea Don” semoga cinta ini tak akan pernah mati untuk selamanya.,
“Ris, gue boleh minta sesuatu nggak dari loe?
“apa itu Don??”
Aku ingin kau menutup mata loe, dan mencoba meraba wajah gue, aku ingin loe selalu inget tentang gue” pinta Dony.,

Risti pun melakukan apa yang di ucapkan Dony,.
Sambil menutup mata, Risti meraba wajah Dony,
Matanya, hidung nya, bibir nya dan pipinya,.
Meraba dengan penuh perasaan, dam perlahan Risti membuka mata.,
“alasan apa Don sehingga loe minta gue lakuin ini,.”
“aku Cuma ingin jika suatu saat nanti kita perpisah loe kan selalu inget wajah gue,. Makasih ea Ris , loe mau melakukannya buat aku.,
“tanpa harus melakukannya wajah loe kan selalu gue inget” ucap Risti

Tanpa terasa saat mereka sedang asyik menikmati malam yang indah bagi mereka, petir menyambar pertanda hujan datang.,
“Don, hari da mau hujan ne., kita pulang sekarang yeah. Pinta Risti
“baiklah, kita pulang sekarang” jawab Dony

Ketika mereka di perjalanan pulang, tanpa mereka duga ada pengendara mobil melintas dengan kecepatan tinggi, si pengendara dalam keadaan mabuk berat,
Dony yang mencoba mengendalikan motornya ternyata tak mampu.
“awaaaaaaaaasss Donn, teriak Risti.
“Brraakkkkkk !!!

Kecelakaan tak terhindarkan, Risti terpentak di pinggir jalan dan mengalami luka yang cukup serius di kepala, sedang Dony terjatuh dibadan jalan yang akhirnya tertabrak mobil, Risti berlari mendekati Dony yang bersimbah penuh darah,
“Dony, Don” sambil memangku kekasihnya
“Don, loe harus kuat Don, loe harus kuat, untuk gue Don, dan demi cinta kita, “ teriak Risti
air mata menetes sudah mengenai pipi Dony,
“maafin aku Ris, aku nggak bisa tepati janji gue yang akan selau jagain loe,” kata Dony perlahan.
“loe jangan sedih,” sambil menghapus air mata Risti
“gue nggak mau lihat air mata loe jatuh karena gue,.
“gue tetep sayang loe ris, cinta ini kan aku bawa sampai aku mati” ucap Dony

Akhirnya Dony menghembuskan nafas terakhir di pangkuan Risti.
“Don bangun Don, bangun, mana janji loe yang untuk selalu ada untuk gue, yang akan selau jagain gue,” teriak Riati sambil menggoyangkan badan Dony.,

Isakan tangis Risti tak mampu lagi berhenti.,.
“Doonnnyyyyyy.,.” teriak Risti
*****

Takdir berkata lain untuk cinta Risti dan Dony
Dony meninggal, dan dia meninggalkan sejuta kenangan di hati Risti.

Saat dipemakaman, Risti hanya bisa menangis.,
“kenapa Don, kenapa ini harus terjadi dengan kita, kenapa harus kita Don, ketika gue takut kehilangan loe, tapi malah loe yang ninggalin gue di sini sendiri.,” tangisnya
“udalah Ris, mungkin ini sudah takdir,” kata Mymi menenangkan hati sahabatnya.,
“tapi kenapa My harus aku yang ngerasain kepahitan ini, kenapa??
“mungkin ini kehendak Allah Ris,. Jawab Mymi.,
“sudahlah Ris, mari kita pulang, hari sudah hampir sore ne? Ajak Fhira sambil mengaangkat pundak Risti untuk berdiri.

Mereka akhirnya pulang dengan kesedihan Risti yang begitu terluka atas kejadian ini.,
Setelah mengantar Risti pulang, Mymi dan Fhira pamit pulang.

Sedang Risti masuk kekamar,.
“kenapa Don, loe harus pergi ninggalin gue,” sambil memegangi foto mereka berdua sewaktu ditaman,.
“dulu loe sering kirimin gue puisi, tapi sekarang gue nggak bisa baca puisi dari loe lagi.
Begitu banyak tumpukan puisi yang dikumpulkan Risti di salah satu box kesayangannya .,
Kado yang sering diberi Dony juga dikumpulkan Risti.,

Risti teringat waktu Dony meminta dia untuk meraba wajahnya agar dia selalu ingat dengan Dony.,.
“apa ini jawaban yang pernah loe ucapkan Don? Apa itu pertanda buat loe ninggalin gue??

Risti mencoba kembali mengingat raut wajah Dony dan dia meraba foto Dony,.
Ketika dia meraba foto Dony, air mata Risti menetes perlahan, kesedihan yang begitu mendalam yang dirasakan Risti.

Dulu dia harus kehilangan Raka, sekarang dia harus kehilangan Dony.
“mengapa ini harus tejadi?? Teriaknya dan menghancurkan isi kamarnya.
“kenapa semua ini harus berakhir Don??
******

Hari berganti hari, bulan pun berganti bulan bahkan tahun berganti tahun.,
Namun Risti masih berdiam dan tanpa ada rasa untuk mencari pengganti Dony.,
Dia ingin menepati janjinya ke Dony untuk selalu mencintainya sampai kapan pun.

Setiap bulan dimana mereka jadian, Risti selalu datang ke makam Dony dan mambawa lilin yang pernah di buatkan Dony untuknya.
“ku harap loe inget Don, dimana saat kita menghabiskan malam ditengah indahnya cahaya lilin cinta kita” kata Risti
“sampai saat ini hanya loe yang ada dihatiku Don,”
“loe liat cincin ini Don, cincin ini masih gue pakai Don,” aku akan menjaga cinta kita

Hingga Risti berumur 50 tahun, Risti masih sendiri, tiada yang lain dihatinya selain Dony, cinta dia abadi untuk Dony, nggak ada yang bisa menggantikan Dony di hatinya.,
“cinta ku kan abadi untuk mu selamanya”
“tak ada yang mampu menggantikan mu di hatiku,.
“Hanya kamu dan Cuma kamu”

Risti menulis kembali puisi yang pernah di kirim Dony untuknya.

Kan kau buktiin ke loe dan kesemua orang kalau loe yang terakhir buat gue..
******

TAMAT

Penulis :
Dhesie Purwanti

DMCA Protection on: http://www.lokerseni.web.id/2013/02/ketika-semua-harus-berakhir-cerpen-sedih.html#ixzz2nFjXuDcF




older posts back to home